Pagi
hari di sekolah, di dalam kelas ada 2 orang anak murid Ainun dan Linda yang
sedang berbincang-bincang. Anak-anak ini bersahabat dari kecil, mereka semua
berjumlah 4 orang, yaitu Ainun, Jihan, Lintang, Linda. Jihan pun datang sambil
berlari….
Jihan : “Pagi guys!!!” (melambaykan tangan).
Ainun : “Pagi Jihan…,” (tersenyun membalas
lambay tangan).
Linda :
“Jihan, Lintang mana? Biasanya kan
selalu datang
bersama kamu???” (wajah bingung).
Jihan :
“Gak tau, (mengangkat bahu) tadi aku dianterin Mamah
aku, jadi aku engga bareng sama Lintang
deh…,”.
Linda :
“Oh… ya sudah, gak usah dipikirin…,”.
Ainun :
“Mending ikut gabung ngobrol disini!!!” (menarik tangan
Jihan).
Tak
lama mereka mengobrol, Lintang pun datang tanpa mengucap satu kata pun. Ainun,
Linda, dan Jihan menghampiri Lintang, yang sedang duduk di mejanya…
Ainun :
“Tumben banget Nona Bawel, baru datang terus engga
nyapa kita-kita lagi!!!” (merangkul pundak
Lintang).
Jihan :
“Iya nih, udah engga kenal sama kita kali…,” (ketawa).
Linda :
“Kamu kenapa Lin? Engga biasanya kayak gini???” ( duduk
di samping Lintang).
Jihan : “Sakit ya?” (menyentuh dahi
Lintang).
Lintang : “Engga kok, aku engga kenapa-napa…,”
(menepuk bahu
Linda).
Ainun : “Yang bener nih...? awas aja kalau
sampai bohong sama
kita-kita!!!” (merangkul bahu Lintang).
Lintang : “ Iya bener, aku engga bohong kok...
tenang aja…,”.
Bel berbunyi, tanda pelajaran pertama
akan dimulai. Murid-murid pun menduduki bangkunya masing-masing. Pak Darmo guru
pelajaran Ipa pun memasuki kelas mereka…
Pak Darmo : “Pagi anak-anak!!!” (menaru tas di atas meja).
Anak-anak : “Pagi Pak…,”.
Pak Darmo : “Keluarkan buku PR kalian!”.
Anak-anak : “Baik pak…,” (mengeluarkan buku dari dalam tas).
Pak Darmo : “Sekarang kalian kumpulkan buku PR kalian di atas meja
Bapak!!!”.
Murid-murid pun beranjak dari bangku
mereka dan mengumpulkan PR mereka, di meja Pak Darmo. Terkecuali Lintang dia
hanya diam di bangkunya dan tidak mengumpulkan PRnya…
Pak Darmo : “Lintang, kenapa kamu tidak mengumpulkan PR dari
Bapak???”.
Lintang : “Maaf Pak, saya belum mengerjakannya…,” (menunduk).
Pak Darmo : “Kenapa kamu tidak mengerjakan PR dari Bapak???”.
Lintang : “Saya ketiduran Pak…,”.
Pak Darmo : “Ya sudah, sekarang kamu keluar dan kerjakan PRnya
Sekarang juga harus kamu kumpulkan!!!”
(menunjuk
keluar kelas).
Lintang : “Baik Pak…,” (mengambil buku dan keluar kelas).
Pak Darmo : “Baik, sekarang kita lanjutkan materi kita, tentang
Getaran dan Gelombang!!!”.
Saat Pak Darmo sedang menerangkan
materi pelajaran Bapak Kepala Sekolah pun datang…
Pak KepSek : “Permisi Pak Darmo, bisa minta waktunya sebentar???”.
Pak Darmo : “Oh iya, silahkan Pak…,”.
Pak Kepsek : “Maaf mengganggu sebentar, disini ada yang namanya
Lintang Meida Sofia???”.
Anak-anak : “Di luar, Pak…,”. (menunjuk kearah luar)
Pak Kepsek : “Oh iya, terima kasih!!!”.
Pak Kepala Sekolah pun keluar kelas
menghampiri Lintang yang sedang dihukum oleh Pak Darmo…
Pak Kepsek : “Lintang, bisa ikut Bapak keruangan saya!!!”.
Lintang : “Bisa Pak…,” (merapihkan bukunya).
Sesampainya
diruang Kepala Sekolah, Lintang pun duduk brhadapan dengan Bapak Kepala Sekolah
dengan tegang…
Lintang : “Ada
apa Pak, memanggil saya keruangan Bapak???”.
Pak kepsek : “Apa benar kamu belum membayar SPP selama 3
bulan???”.
Lintang : “Iya Pak, saya memang sudah menunggak selama 3
bulan…,” (menunduk).
Pak Kepsek : “kenapa kamu bisa menunggak salama itu???”.
Lintang : “Orang tua saya belum memberi saya uang untuk
membayar SPP, Pak…,”.
Pak Kepsek : “Baiklah, tapi Bapak harap kamu bisa secepatnya
melunasi SPP itu!!!”.
Lintang : “Iya Pak, saya akan melunasinya…,”.
Pak Kepsek : “Sekarang kamu boleh kembali ke kelas…,”.
Lintang : “Terima kasih, Pak…,”.
Lintang pun keluar dari ruang Kepala
Sekolah dan kembali ke kelasnya dengan muka yang begitu sedih dan bingung,
sesampainya dikelas Lintang pun kembali mengerjakan tugasnya. Dan setelah
tugasnya selesai Lintang pun mengumpulkannya ke Pak Darmo, dan kembali duduk di
mejanya disamping Linda…
Linda :
“Engga biasanya kamu tidak mengerjakan PR???”.
Lintang : “Tadi malam aku ketiduran dan lupa kalau ada PR dari Pak
Darmo…,”.
Linda :
“Terus tadi kamu kenapa dipanggil Bapak Kepala
Sekolah???”.
Lintang : “Tidak dia hanya menanyakan soal persiapan untuk
perpisahan nanti, aku kan ketua panitia…,”.
Linda :
“Oh ya sudah, aku kira ada apa-apa!!!” (menepuk pundak
Lintang).
Bel istirahat pun berbunyi, Pak Darmo
keluar dari kelas mereka dan murid-murid pun meapihkan buku-bukunya dan keluar
kelas. Jihan dan Ainun menghampiri meja Lintang dan Linda…
Jihan :
“Nanti anterin aku ke toko buku ya!!!”.
Linda :
“Siip deh…,”.
Lintang : “Aku engga bisa ikut aku harus buru-buru pulang…,”.
Jihan :
“Ya sudah Engga apa-apa, selow aja kali…,” (menepuk
pundak Lintang).
Ainun : “Ke kantin yuk, laper nih!!!” (memegang
perut).
Jihan :
“Iya nih aku juga laper…,”.
Ainun :
“Linda, Lintang kalian mau ikut kita ke kantin engga???”.
Linda :
“Aku ikut dong!!!” (berdiri dari bangkunya).
Lintang : “Aku engga ikut deh, lagian juga aku engga laper…,”.
Ainun :
“Ya sudah, kita kekantin dulu ya!!!” (menggandeng tangan
Linda dan Jihan).
Lintang : “Iya…,”.
Ainun, Jihan, dan Linda pun pergi ke
kantin tanpa adanya Lintang. Saat Ainun, Jihan, dan Linda sedang ke kantin,
Lintang pun memiliki niat yang tidak baik. Lintang berniat akan mengambil uang
Jihan, untuk membayar SPPnya yang sudah menunggak selama 3 bulan. Saat lintang
sedang mengambil uang dari dalam tas Jihan, Lintang tidak mengetahui kehadiran Linda yang
mengintip di balik pintu yang tadinya
ingin mengambil uang jajan yang tertinggal di dalam kelas. Tapi, Linda
tidak menegurnya, dia hanya kembali pergi ke kantin. Ainun, Jihan, dan Linda
pun kembali ke kelas…
Linda :
“Jihan coba kamu lihat, uang kamu masih ada engga di
dalam tas kamu!!!” (berbisik).
Jihan :
“Memang kenapa???”.
Linda :
“Ya coba kamu lihat dulu…,”.
Jihan pun melihat uang nya sudah tidak
ada di dalam tasnya, dan menanyakan kepada Lintang…
Jihan :
“Lintang, kamu lihat uang yang ada di dalam tas aku
engga???” (menunjuk tas nya).
Lintang : “Eng…engga kok, aku gak lihat…,” (gugup).
Ainun :
“Mungkin kamu lupa kali Ji, kamu nyimpen dimana…,”.
Jihan :
“Engga aku engga lupa kok, padahal tadi aku taruh di
sini…,” (menunjuk ke dalam tasnya).
Linda :
“aku tadi lihat, kalau Lintang mengambil sesuatu dari
dalam tas kamu!!!”.
Ainun :
“Mugkin dia mengambil uang kamu, coba deh kamu
tanya lagi!!!”.
Jihan :
“Lintang kamu jawab yang jujur ya, aku engga akan marah kok…,” (menepuk bahu Lintang).
Lintang : “I…i…iya aku yang ngambil uang kamu!!!” (gugup).
Jihan :
“Kenapa kamu bisa ngelakuin itu ke sahabat kamu
sendiri???”.
Lintang : “Aku terpaksa, karena aku tidak punya uang untuk
melunasi SPP yang sudah aku tunggak selama 3
bulan…,”
(menunduk sedih).
Jihan :
“Kalau memang itu alasannya kali ini aku maafin dan aku
ikhlas memberikan uang itu untuk kamu, tapi
lain kali
jangan kamu ulangi lagi ya???”.
Ainun :
“Iya tuh bener, klo kamu ada masalah bilang aja sama
kita pasti kita bantu… Kita kan friend…,” (merangkul
pundak Lintang).
Lintang : “Iya aku engga akan mengulanginya lagi, dan terima kasih
ya Jihan kamu memang baik dan kalian semua
juga…,”.
Jihan :
“Iya tenang aja, kita akan selalu ada kok buat kamu…,”.
Linda :
“Iya aku juga…,” (tersenyum).
Lintang : “Terima kasih semuanya, aku sayang sahabat ku…,” .
(tersenyum dan berpelukan).
Akhirnya Lintang pun sudah lega,
karena dia sudah menceritakan semua masalahnya kepada sahabat-sahabatnya. Dan
mereka pun kembali tertawa dan saling membantu… Itu lah pentingnya sahabat
dalam kehidupan kita, makannya jangan sekali-kali kalian mengkhianati sahabat
kalian ya… J
J TAMAT J