A. Pokok-pokok Kepercayaan (Arti Rukun Iman)
Manusia yang hidup ini senantiasa ingin tahu, dan harus tahu, bagaimana kepercayaan yang harus diyakininya, dan bagaimana pula kewajiban-kewajiban yang harus dikerjakan.
Untuk itu orang mengetahui dan mempercayai pokok-pokok kepercayaan dalam agama islam, dan harus mengetahui serta menjalankan pokok-pokok sebagai seorang islam.
Kepercayaan itu harus kuat dan benar, sehingga dapat mendorong jiwa raga ke arah perbuatan-perbuatan yang diwajibkan, dan dapat menjauhkan dari segala yang terlarang.
Kepercayaan yang teguh itu, IMAN namanya. Orang yang percaya disebut MU'MIN, dan kalau banyak disebut MU'MININ.
Pokok-pokok kepercayaan itu disebut 'Rukun Iman' dan pokok-pokok kewajiban itu disebut 'Rukun Islam'.
Perkataan Rukun itu berasal dari bahasa Arab, yaitu artinya tiang atau sendi.
B. Harus Bedasarkan atas Dalil
Kepercayaan itu harus bedasarkan dalil-dalil yang dapat diterima oleh fikiran manusia, selaras dengan tingkat-tingkat fikirannya itu. Ini tidak berarti, bahwa setiap orang meski harus tahu akan semua alasan atau hujjah dalam sekalian tingkatannya dari kepercayaan itu, tidak. Karena banyak sekali alasan-alasan yang hanya dapat diterima oleh orang yang telah tinggi tingkatan fikirannya. Sebaliknya banyak pula alasan-alasan yang sederhana saja bagi suatu kebenaran, telah mencukupi untuk akal orang yang mau percaya, dan dapat menimbulkan alasan-alasan yang dapat memberantas segala keraguan atau keingkaran keyakinan (Iman), bukan tahunya atah hafalan segala dalil atau alasan.
Kalau akal seseorang tidak dapat mencapai kebenaran, maka bukan kebenaran itu tidak ada, tetapi karena kekuatan otak itu sendiri yang terbatas atau salah jalan.
Sedang manusia tetap harus berpegang kepada kebenaran itu juga.
Segala keterangan serta dalil-dalil itu, terkumpul menjadi satu pengetahuan yang dinamakan 'Ilmu Usuluddin'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar