Kamis, 13 Maret 2014

Benua dan Samudra

1.    Pengertian Benua dan Samudra

-       Benua adalah bagian permukaan bumi yang berupa daratan yang luas, yang bagian tengahnya tidak mendapat pengaruh langsung dari angin laut yang basah dan lembab. Dalam persebarannya, benua ada yang dihuni oleh manusia dan ada yang tidak dihuni. Benua yang dihuni manusia adalah Benua Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan Australia. Adapun benua yang tidak dihuni oleh manusia adalah Benua Antartika karena merupakan benua terdingin yang selalu tertutup es.
-       Samudra adalah bagian permukaan bumi berupa hamparan laut yang sangat luas yang mengelilingi daratan atau benua. Bedasarkan luas permukaannya, samudra dapat dibagi atas empat samudra besar, yaitu Samudra Pasifik, Atlantik, Hindia, dan Arktik.

2.   Proses Terbentuknya Benua dan Samudra

Benua dan samudra terbentuk melalui peroses yang sangat panjang. Dahulu bentuk benua dan samudra tidak sepertisekarang ini. Setelah melalui proses yang panjang maka terbentuklah benua seperti pada saat ini. Ilmuwan asal Jerman yang bernama Alferd Wagener yang mengemukakan teori tentang pembentukan benua. Menuru Alfred Wagener, sebelum zaman Carbon (± 300 juta tahun yang lalu), semua benua yang ada sekarang ini tergabung menjadi satu yang disebut Benua Pangea. Benua Pangea kemudian terpecah menjadi dua benua, yaitu Benua Laurasia (di bagian  utara) dan Benua Gondawa (di bagian selatan). Proses pecahnya Benua Pangea 135 juta tahun lalu.selanjutnya Benua Lausaria bagian barat bergerak ke utara menjauhi Benua Gondawa yang akhirnya membentuk Benua Amerika Utara. Sedangkan Benua Gondawadi selata terpecah menjadi beberapa benua, yaitu sebagai berikut :
1)    Bagian barat bergeser terus ke arah barat menjadi Benua Amerika Selatan.
2)   Bagian timur bergerak ke timur menjadi Benua Afrika.
3)   Bagian yang lebih kecil di bagian timur terus bergerak ke arah timur laut dan menjadi India.
4)   Satu bagian lagi terpecah menjadi dua, yaitu bagian timur terus bergerak ke arah timur laut, dan pecahan bagian berat terus bergerak ke arah selatan.
Perkembangan selanjutnya, Amerika Utara bergabung menjadi satu dengan Amerika Selatan, Eurasia menjadi Benua Eropa dan Benua Asia. Bagian paling selatan yang bergerak ke selatan menjadi Benua Antartika dan bagian dari bagia selatan yang bergerak ke timur menjadi Benua Australia. Teori Wagener disebut juga Teori Pergeseran Benua. Teori ini didasarkan pada fakta-fakta sebagai berikut :
a.    Lekukan atau bentuk pantai di Afrika Timur, Amerika Utara, dan Amerika Selatan dengan pantai barat Eropa dan Afrika hampirsama.
b.    Daratan Tanah Hijau (Greenland) menjauh dari Eropa sejauh ± 36 centimeter setiap tahun.
c.    Tanah di Amerika Selatan, Afrika, India, Australia, dan Antartika menunjukkan persamaan sifat.
d.    Pulau Madagaskar dalam gerakannya kearah barat terhambat oleh Afrika.

3.   Posisi Benua dan Samudra

·        Benua
a)    Benua Asia
Benua Asia membentang mulai dari sebelah barat, yaitu Afrikadan Eropa hingga Samudra Pasifik di sebelah timur. Secara astronomis Benua Asia berada pada 84° LU - 11° LS dan 25° BT - 171° BB. Batas sebelah barat Benua Asia adalah Benua Eropa dan Pegunungan Ural. Danau Laut Kaspia, Laut Hitam, Selat Bosporus, Selat Dardanello, Laut Tengah, Terusansuez, dan Laut Merah. Di sebelah timur Benua Asia dibatasi oleh Selat Bering, Samudra Arktik, dan Samudra Hindia. Luas keseluruhan Benua Asia adalah 44.493.000 km².

b)   Benua Amerika
Secara astronomis, Benua Amerika terletak antara 84° LU - 56° LS dan 15° BT - 179° BB. Secara geografis batas Benua Amerika adalah Samudra Arktik (Laut Es), Laut Greenland, dan Laut Beaufort di utara. Di sebelah timur dibatasi oleh Samudra Atlantik dengan beberapa palung, yaitu Labrador, Amerika Utara, Brazil, dan Palung Argentina. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Palung Pasifik Tenggara. Sedangkan di sebelah barat dipisahkan oleh Selat Bering yang sempit dengan Benua Asia. Luas keseluruhan Benua Amerika adalah 42.292.000 km².
c)    Benua Afrika
Secara astronomis, Benua Afrika terletak antara 35° LU - 34° LS dan 17° BT – 52° BB. Benua Afrika dilalui oleh garis katulistiwa (ekuator) yang hampir membagi benua ini menjadi bagian utara dan bagia selatan yag sama besarnya. Banua ini juga dilalui oleh garis Meridian (garis bujur 0°). Selain itu, Benua Afrika dilalui garis 23,5° LU (Garis Balik Utara) dan garis 23,5 LS (Garis Balik Selatan). Benua Afrika disatukan dengan Benua Asia oleh terusan Suez. Sedangkan Selat Gibraltar dan Laut Tengah (Laut Mediterania) memisahkan benua Afrika dengan Benua Eropa. Batas sebelah timur adalah Laut Merah dan Samudra Hindia. Sedangkan sebelah barat dan selatan adalah Samudra Atlantik. Luas keseluruhan Benua Afrika adalah 30.970.000 km².
d)   Benua Eropa
Benua Eropa berbatasan dengan Samudra Arktik (Laut Es) di sebelah utara. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Atlantik. Di sebelah timur, wilayah ini berbatasan dengan Benua Asia (Pegunungan Ural, Laut Kaspia, Pegunungan Kaukasus, Laut Hitam, dan Selat Bosporus). Secara astronomis Benua Eropa berada pada antara 360° LU - 80° LS dan 60° BT - 10° BB. Luas keseluruhan Benua Eropa adalah 10.245.000 km².
e)   Benua Australia
Benua Australia ditemuka oleh penjelajah Belanda Willian Janze yang mendarat pada tahun 1606, sedangkan pada tahun 1770 James Cook menyatakan pesisir timur Australia sebagai wilayah Inggris dan memberi nama New South Wales. Penduduk asli adalah suku Aborigi, dilihat dari bentuk alam keadaan iklom posisi lintang 11° LS - 47° LS menyebabkan Benua Australia terbagi menjadi dua zona iklim, yaitu antara 11° LS dan 23° LS merupakan wilayah iklim tropis serta 23,5° dan 47° merupakan iklim sedang. Bahasa pergaulan sehari-hari sebagai bahasa nasional ialah bahasa Inggris, sedangkan penduduk asli menggunakan bahasa daerah yang dinamakan bahasa Aborigin.
f)    Benua Antartika
Benua Antartika sering pula disebut kutub selatan, wilayah kutub selatan secara langsung berbatasan dengan Laut Ross / Laut Amundsen dan Laut Weddel. Beberapa daerah yang tinggi dikawasan kutub selatan diantaranya Pegunungan Ellsworth, Pegunungan Forrestal, Pegunungan Quen Maus dan Pegunungan Ross.

·         Samudra
a)    Samudra Pasifik
Luasnya, 164.300.000 km²
b)   Samudra Atlantik
Luasnya, 82.200.000 km²
c)    Samudra Hindia
Luasnya, 73.500.000 km²
d)   Samudra Arktik

Luasnya, 14.055.000 km²

Tidak ada komentar:

Posting Komentar