Jumat, 14 Maret 2014

meresensi buku | bahasa indonesia

Jagalah Kesehatan Tubuh Kita
Oleh: Ainun Nurul Latieffah

Judul                        : Sistem Pernapasan
Pengarang         : Dede Abdurohman
Penerbit            : Nectar (Anggota IKAPI)
Tahun Terbit     : 2013
Halaman            : 32 Halaman

        Buku Sistem Pernapasan: Oksigen Memberi Napas yang Menyegarkan ini sangat menarik untuk dibaca. Kita akan diajak berpetualang bersama Yumi dan Made menjelajahi cara kerja sistem pernapasan manusia. Buku ini berisi tentang sistem pernapasan manusia, mulai dari proses bernapas, jenis-jenis pernapasan, alat-alat penapasan dan cara kerjanya, serta hal-hal unik lainnya berkaitan dengan sistem pernapasan manusia. Penjelasan ilmiahnya disajikan secara singkat dan jelas disertai gambar-gambar yang menarik. Dengan adanya buku ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan anak-anak tentang sistem pernapasan dan dapat menjaga kesehatan alat-alat pernapasannya.
“Bagaimana Sistem Pernapasan Kita?” Setiap hari kita membutuhkan udara untuk bernapas. Pada saat bernapas, kita menghirup udara yang mengandung oksigen dan menghembuskan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air. “Ke manakah udara yang masuk ke tubuh kita?” Udara yang masuk ke dalam tubuh diolah oleh alat-alat pernapasan. Oksigen yang masuk ke dalam tubuh sangat berguna untuk membakar makanan di dalam tubuh, lalu mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa digunakan tubuh kita untuk dijadikan tenaga sehingga kita dapat melakukan berbagai aktivitas. Sisa dari hasil pembakaran dikeluarkan dari tubuh berupa karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O).
Bernapas meliputi dua proses, yaitu menarik napas dan mengeluarkan napas. Proses menarik napas disebut juga inspirasi. Proses mengeluarkan napas disebut juga ekspresi. Pernapasan manusia terbagi dua, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada adalah pernapasan yang dibantu oleh otot-otot tulang rusuk. Pernapasan perut adalah pernapasan yang dibantu oleh otot-otot diafragma.
        Alat pernapasan manusia terdiri dari hidung, tekak (faring), pengkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), dan paru-paru.
        Ketika kita bernapas, udara masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Di dalam rongga hidung, udara masuk melalu tiga proses, yaitu penyaringan, penghangatan, dan pengaturan kelembapan. Proses tersebut dilakukan oleh rambut hidung dan selaput lendir.
        Setelah melalui hidung, udara kemudian melewati letak (faring). Tekak terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Tekak berfungsi sebagai jalan bagi udara dan makanan. Faring merupakan percabangan dan saluran, yaitu saluran tenggorokan (nasofering) untuk saluran pernapasan, dan saluran kerongkongan (orofaring) untuk saluran pencernaan.
        Setelah melewati tekak, udara kemudian menuju pangkal tenggorokan (laring). Pangkal tenggorokan terdiri atas katup (epiglotis), beberapa tulang rawan yang membentuk jakun, dan pita suara. Epligotis berfungsi mengatur makanan dan minuman agar tidak masuk ke saluran pernapasan (tenggorokan) sehingga kita tidak tersedak saat makan atau minum.
        Selanjutnya, udara masuk ke batang tenggorokan (trakea). Batag tenggorokan merupakan penghubung antara hidung dengan paru-paru. Ujung batang tenggorokan bercabang dua: satu menuju paru-paru kanan dan yang satunya lagi menuju paru-paru kiri. Kedua cabang itu disebut bronkus. Pada batang tenggorokan terdapat rambut getar (silia) dan selaput lendir yang berfungsi untuk menahan dan mengeluaran kotoran dan benda asing yang tidak tersaring di rongga hidung.
        Selanjutnya, udara masuk melewati paru-paru. Paru-paru terletak di dalam rongga dada di atas diafragma. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelembir (lobus), sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelembir. Setiap paru-paru dibungkus oleh selaput ganda yang lentur dan tipis yang disebut pleura. Di dalam paru-paru terdapat banyak cabang dari bronkus yang disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung-gelembung kecil yang disebut kantung udara atau alveolus.
        Pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di dalam alveolus, yaitu oksigen masuk dan karbon dioksida keluar. Alveolus memiliki dinding sangat tipis dan dikelilingi oleh pembuluh darah. Melalui pembuluh darah ini, akan terjadi pertukaran oksigen dengan karbon dioksida.
        Setiap menit manusia melakukan pernapasan antar 15-18 kali (inspirasi-ekspirasi). Semakin bertambah umur seseorang, irama pernapasannya makin lambat. Hal ini berkaitan dengan makin berkurangnya kebutuhan energi. Usia balita, anak-anak, dan remaja sangat membutuhkan banyak energi untuk masa pertumbuhannya sehingga membutuhkan banyak oksigen.
        “Kenapa Kita Bersin?” Bersin terjadi karena kotoran yang masuk ke hidung mengenai rambut hidung dan selaput lendir. Hal itu menyebabkan hidung terasa geli sehingga kita bersin. Ketika bersin, kotoran itu akan ikut keluar.
        Udara yang kita hirup tidak selalu bebas dari polusi. Udara yang terpolusi oleh karbon dioksida dari knalpot mobil dan motor sangat berbahaya bagi tubuh kita. Karena, racun yang ada dalam udara itu akan masuk ke dalam paru-paru dan terbawa keseluruh tubuh sehingga membuat kita sakit.
        Menguap dapat terjadi pada saat kita merasa bosan, lelah, atau kurang bergerak. Hal ini menyebabkan otak kita kekurangan pasokan oksigen kasrena aliran darah menuju otak berjalan lambat.
        “Kenapa Kita Bisa Mendengkur?” Mendengkur disebut juga mengorok. Hal ini terjadi akibat penyempitan saluran pernapasan di belakang tenggorokan. Bagian belakang tenggoroka kita terbuat dari otot. Saat tidak tidur, otot ini akan bekerja dengan baik sehingga makanan melewati kerongkongan dan udara melewati tenggorokan. Ketika tidur, otot ini menjadi lentur sehigga akan saling bergesekkan saat sedang bernapas.
        “Apa Itu Cegukan?” Cegukan adalah pengambilan udara secara mendadak yang disebabkan karena kontraksi diafragma secara tidak teratur. Ketika bernapas saat cegukan, diafragma akan mengalami kontraksi sehingga otot-ototnya akan naik dan epiglotis pun akan menutup. Udara dari oto diafragma yang naik akan menekan epiglotis sehingga menimbulkan cegukan.
        Pernahkah kamu merasakan sesak napas? Napas jadi tersendat, seolah-olah hidung ditutup dan udara tidak bisa masuk. Kira-kira seperti itulah yang dirasakan oleh penderita asma. Asma atau sesak napas merupakan suatu penyakit penyumbat saluran pernapasan yang disebabkan oleh berbagai rangsangan seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin, atau tekanan psikologis.
        Asap rokok sangat berbahaya bagi perokok dan orang-orang di sekitarnya. Rokok mengandung 200 bahan behaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Gas-gas beracun ini menyebabkan berbagai penyakit paru-paru, seperti bronkhitis, pneumonia, bahkan kanker paru-paru.
        “Waspadalah terhadap Bakteri Mycobacterium Tuberculosis!” Bacteri Mycobacterium tuberculosis dapat menyerang paru-paru kita sehingga mengakibatkan penyakit TBC (tuberculosis). Gejala pada penderita TBC antara lain: kelelahan, kehilangan berat badan, dan berkeringat pada malam hari. Gejala pada infeksi yang lebih buruk antara lain: sakit dada, batuk dengan mengeluarkan dahak atau darah, serta napas pendek. Penderita TBC dapat diobati dengan pengobatan secara teratur selama 6-12 bulan. Penyakit TBC ini merupakan penyakit menular.

Kelebihan buku  : Sangat menarik untuk dibaca karena ada berbagai macam gambar di dalamnya. Semua penjelasan dijelaskan melalui sebuah percakapan, yang membuat kita lebih mudah menghapal. Tampilan gambar yang menarik membuat anak-anak jauh lebih senang membaca buku ini. Memberikan wawasan lebih terhadap kesehatan dalam tubuh kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar