TELEKONFERENSI
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu manfaat dan keuntungan
perkembangan teknologi jaringan dan informasi adalah kemudahan dalam
berkomunikasi. Orang dapat melakukan aktivitas tanpa harus berpergian dan
membuang-buang waktu untuk menghabiskan waktu yang yang dilakukan dari
perjalanan dan tentunya juga menghemat biaya. Hal tersebut dapat menunjang
efiensi waktu dan biaya pada sebuah organisasi atau perusahaan.
Pada saat ini orang dapat
melakukan suatu pertemuan bisnis dengan rekannya tanpa harus meninggalkan
tempat orang tersebut bekerja. Sebut saja teknologi teleconference.
Teknologi ini sangat memungkinkan untuk melakukan hal tersebut. Komunikasi
tersebut meliputi gambar dan suara sehingga pihak pertama dan kedua ataupun
ketiga seolah-olah bertatapan langsung antara beberapa pihak yang berlangsung
secara interaktif dan realtime.
1.2 Tujuan
Makalah ini ditujukan untuk penggunaan dalam mata
kuliah Komunikasi Data yang juga akan menunjang berjalannya mata
kuliah tersebut. Selain itu penulisan makalah ini juga bertujuan untuk
memperluas wawasan pembaca, antara lain :
1. Mengetahui apa itu
telekonferensi
2. Mengetahui teknologi
yang digunakan dalam telekonferensi
3. Mengetahui perkembangan
teknologi telekonferensi.
1.3 Ruang Lingkup
Materi
Adapun materi yang akan dibahas dalam makalah ini meliputi
pengenalan teknologi telekonferensi,mengetahui jenis telekonferensi, manfaat
dan keuntungan yang didapat dari teknologi teleconferensi.
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Telekonferensi
Telekonferensi, dalam telekomunikasi,
merupakan pertemuan berbasis elektronik secara langsung (live) di antara
dua atau lebih partisipan manusia atau mesin yang dihubungkan dengan
suatu sistem telekomunikasi
yang biasanya berupa saluran telepon.
Penggunaan telekonferensi memiliki kelebihan efektivitas biaya dan waktu.
Telekonferensi dapat berbentuk konferensi audio atau konferensi video.[1] Konferensi
audio merupakan salah satu jenis telekonferensi dimana seseorang dapat
melakukan percakapan interaktif didalamnya. Dengan audio-konferensi ini,
seseorang dapat berbicara dengan lebih dari satu orang melalui speaker. Dalam
konferensi video, para partisipannya dapat saling melihat gambar (video) dan
saling mendengar, melalui peralatan kamera, monitor, atau pengeras suara masing
masing.
Secara harfiah diartikan konferensi atau rapat jarak jauh,
artinya pertemuan jarak jauh antara beberapa orang yang fisiknya berada
pada lokasi yang
berbeda secara geografis. Diskusi bisa dilakukan secara realtime dan interaktif dengan
dukungan infrastruktur jaringan serta
perangkat multimedia.
2.2 Implementasi
Implementasi dari teknologi teleconference yaitu dengan
menggunakannya teknologi ISDN dimana ISDN menyediakan jaringan hubungan
digital untuk mendukung layanan telekomunikasi baiks uara maupun gambar. Padadasarnya
teleconference merupakan pengembangan dari jaringan komunikasi telepon yang
sudah dikembangkan hanya saja model ini masih belum terla luluas dipakai pada
pasar telekomunikasi dikarenakan biaya dan peralatan yang cukup mahal.
Dari sisi akses terhadap teknologi ini dapat kita ulass ebagai
berikut :
Layanan ISDN mempunyai dua tipe akses yaitu Basic Rate Acces
(BRA) yang dapat mengakses (2B D) dan akses melalui Primary Rate Acces (PRA)
yang dapat mengakses (30B D) dimana kanal B mempunnyai kecepatan akses 64 kbps
dan kanal D 64 kbps atau 16 kbps tergantung pada tipe akses yang digunakan .
Kanal D pada PRA untuk Signal ling dan kanal B sebagai Sinyal informasi paket
switch.
2.3 Bentuk Telekonferensi
· Konferensi
audio: seseorang hanya dapat melakukan percakapan interaktif
· konferensi
video: dapat saling melihat gambar (video) dan saling mendengar, melalui
kamera, monitor, atau speaker.
2.4 Manfaat Telekonferensi
1. Efisiensi
waktu
Dengan pemanfaatan teknologi ini kita bisa menghemat waktu
yang dibutuhkan untuk Meeting di suatu tempat hingga 50 %.
Contoh : Pak.Udin dari Jakarta hendak melakukan perjalanan
meeting ke Bandung, Berapa lama waktu yang dibutuhkan ?
Metode konvensional
Jarak dari Jakarta - Bandung 150 km dan bisa ditempuh +/- 2,5
jam dengan mobil. Waktu yang dibutuhkan untuk meeting 2,5jam. Setelah selesai
meeting, Pak.Udin harus berjalan lagi +/- 2,5 jam untuk menempuh perjalanan
pulang Bandung - Jakarta Jadi, total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan
meeting di Bandung adalah 7,5 jam.
Metode Teleconference
Waktu yang dibutuhkan untuk meeting Pak.Udin Ceramah selama
2,5jam. Persiapan alat untuk melakukan telekonferensi 30 menit. Jadi, total
waktu keseluruhan yang dibutuhkan Pak.Udin hanya 3jam. Dari contoh ini
menunjukkan bahwa dengan teknologi teleconference ini, Pak.Udin dapat menghemat
waktunya untuk melakukan meeting di suatu tempat yang jauh > 50 %.
2. Efisiensi
Biaya
Dengan teknologi ini, Pak.Udin juga bisa menghemat biaya yang
dibutuhkan untuk meeting, terutama di tempat yang jauh. Hal ini karena meeting
bisa dilakukan dari mana saja tanpa harus datang ke tempat meeting tersebut.
Contoh : seperti contoh diatas Pak.Udin dari Jakarta hendak
melakukan perjalanan meeting ke Bandung, Berapa banyak biaya
yang dibutuhkan ?
Metode konvensional
Jarak dari Jakarta - Bandung 150 km. anggap ratio pemakaian
bahan bakar mobil 1 : 10 km. jadi, bahan bakar yang dibutuhkan untuk pergi dan
pulang adalah 30 liter x @ Rp. 9.500 (pertamax) = Rp. 285.000,- Belum lagi
beaya untuk jalan tol dan konsumsi.
Metode Teleconference
Biaya koneksi melalu internet dengan menggunakan SPEEDY per
jam @ Rp. 4,000 x 2 tempat ( karena setiap tempat harus tersambung dengan jalur
internet ) = Rp. 8,000. Jadi total penghematannya sebesar +/- 92 % dari metode
konvensional.
Coba anda bayangkan berapa banyak lagi biaya yang bisa dihemat
bila Pak.Udin jika tidak harus berangkat kesana dan kemari untuk melakukan
meeting di l yang jauh.
3. Efisiensi
Jarak
Dengan teknologi ini Pak.Udin dapat melakukan meeting yang
paling jauh sekalipun hanya dari depan sebuah Laptop dan webcam yang ada
dikantor tanpa harus datang ke tempat tersebut. Sangat sederhana bukan!
Contoh : Pak.Udin hendak menghadiri meeting di kantor cabang
yang berada di bandung. Berapa jauh jarak yang dibutuhkan ?
Metode konvensional
Jarak dari Jakarta - Bandung: 150 km.
Metode Teleconference
Jarak dari Rumah Pak.Udin – Kantor, Jakarta : 10 Km.
4. Mengurangi
Risiko
Teknologi ini membantu kita untuk mengurangi risiko – risiko
yang mungkin terjadi dalam usahanya untuk melakukan perjalanan meeting. Risiko
itu antara lain :
· Risiko
perjalanan jauh dengan pesawat, mobil.
· Risiko
kesehatan : sakit, kelelahan,
· Risiko
Kecelakaan : kecelakaan lalu lintas karena menempuh perjalanan jauh, akses
jalan yang tidak bagus, dll
· Risiko
lain seperti terburu – buru sehingga lupa apa yang disampaikan atau tertinggal
materi yang hendak disampaikan karena waktu yang mendesak, tegang, dll.
2.5 Pengertian Konferensi Video
Konferensi
video (Inggris: videoconference) adalah
seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak
atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah
audio dan video secara bersamaan.
2.4 Sejarah Perkembangan
Perkembangan teknologi komunikasi membawa perubahan
pada proses penyampaian informasi. Bentuk informasi yang disampaikan tidak
hanya audio, tetapi juga visual. Konferensi video menggunakan
telekomunikasi audio dan video untuk membawa orang-orang di berbagai
tempat mengadakan rapat bersama. Konsep konferensi video sama seperti
percakapan antara dua orang (point-to-point) atau melibatkan beberapa
tempat (multi-point) dengan lebih dari satu orang di ruangan besar pada
tempat berbeda. Selain pengiriman audio dan visual kegiatan pertemuan,
konferensi video dapat digunakan untuk berbagi dokumen, informasi yang
diperlihatkan komputer, dan papan tulis.
Konferensi video analog sederhana dapat ditetapkan sebagai
awal penemuan televisi. Sistem
konferensi video biasanya terdiri dari dua sistem sirkuit televisi tertutup
yang terhubung melalui kabel.Sejak awal penerbangan pertama ke luar
angkasa, NASA menggunakan
dua frekuensi radio (UHF atau VHF). Saluran televisi
secara rutin menggunakan konferensi video semacam ini misalnya ketika
melaporkan dari lokasi jauh.Kemudian hubungan aktif ke satelit menggunakan
truk dengan peralatan khusus menjadi agak lazim.
Teknik ini sangat mahal dan tidak bisa digunakan untuk
aplikasi seperti telemedicine,pendidikan
jarak jauh, dan pertemuan bisnis. Usaha menggunakan jaringan telepon normal
untuk mengirim video scan lambat, seperti sistem pertama yang dikembangkan
oleh AT&T,
sebagian besar gagal karena kualitas gambar yang kurang baik dan ketiadaan
teknik kompresi video yang efisien. Pada 1970-an, semakin besar 1 MHz bandwidth
dan 6 Mbit/s angka bit dari Picturephone tetapi tidak juga menyebabkan layanan
menjadi makmur.
Pada 1980-an, jaringan pengiriman telepon digital menjadi
mungkin, seperti Integrated
Services Digital Networks atau ISDN,
meyakinkan angkat bit minimum (biasanya 128 Kbps) untuk pengiriman kompresi
audio dan video. Sistem terdedikasi pertama mulai muncul di pasar sebagai perluasan
jaringan ISDN di seluruh dunia.Pada 1990-an, sistem telekonferensi video
berkembang dengan cepat dari peralatan pribadi sangat mahal, perangkat lunak
dan persyaratan jaringan untuk teknologi berbasis standar yang tersedia untuk
masyarakat umum dengan biaya yang wajar.
Akhirnya, pada 1990-an, Internet
Protocol atau IP berbasis konferensi
video menjadi mungkin dan teknologi kompresi video lebih efisien telah dikembangkan
sehingga memungkinkan desktop atau komputer pribadi berbasis konferensi video.
Pada 1992, CU-SeeMe dikembangkan
di Cornell oleh Tim Dorcey et al., IVS dirancang di INRIA, telekonferensi video
tiba ke masyarakat dan layanan gratis, web plugin dan perangkat lunak,
seperti NetMeeting, MSN
Messenger, Yahoo
Messenger, SightSpeed, Skype dan
lain-lain membawa kemurahan, meskipun kualitas rendah.
2.5 Teknologi Yang Digunakan
Teknologi inti yang digunakan dalam konferensi video adalah
sistem kompresi digital audio dan video stream secara nyata.
Perangkat keras atau perangkat lunak yang melakukan kompresi
disebut codec. Angka kompresi dapat dicapai hingga 1:500. Digital
yang dihasilkan aliran 1s dan 0s dibagi menjadi paket label, yang
kemudian dikirimkan melalui jaringan digital (biasanya ISDN atau IP).Penggunaan
modem audio dalam saluran pengiriman memungkinkan
penggunaan Plain Old Telephone System atau POTS, dalam
beberapa aplikasi kecepatan rendah, seperti videotelephony, karena POTS
mengubah getaran digital ke atau dari gelombang analog dalam rentang spektrum
audio. Komponen lain yang dibutuhkan untuk sistem konferensi video meliputi:
· Video
input : kamera video atau webcam
· Video
output : monitor komputer, televisi atau proyektor
· Audio
input : mikrofon
· Audio
output : biasanya pengeras suara yang berkaitan
dengan perangkat layar
atau telephone
· Data
transfer : jaringan telepon analog atau digital, LAN
atau Internet
Pada dasarnya ada dua jenis sistem konferensi video:
1. Sistem
terdedikasi
mempunyai semua komponen yang dibutuhkan dikemas ke dalam satu
peralatan, biasanya sebuah konsol dengan kamera video pengendali jarak jauh
kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol dari jarak jauh untuk memutar ke
kiri dan kanan, atas dan bawah serta memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai
kamera PTZ. Konsol berisi semua hubungan listrik, kontrol komputer, dan
perangkat lunak atau perangkat keras berbasis codec. Mikrofon omnidirectional
terhubung ke konsol seperti monitor televisi dengan pengeras suara dan/atau
proyektor video. Ada beberapa jenis perangkat yang didedikasikan untuk
konferensi video:
1. Konferensi video
kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakanlebih mahal
untuk ruangan besar dan auditorium.
2. Konferensi video
kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat lebih
murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.
3. Konferensi video
individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna,
mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke dalam
konsol.
2. Sistem
desktop
biasanya menambahkan papan perangkat keras ke komputer pribadi
normal dan mentransformasikannya menjadi perangkat konferensi video. Berbagai
kamera dan mikrofonberbeda dapat digunakan dengan papan, yang berisi codec
yang diperlukan dan pengiriman tatap muka. Sebagian besar sistem desktop
bekerja dengan standar H.323. Konferensi video dilakukan melalui komputer yang
tersebar, yang juga dikenal sebagai emeeting.
2.6 Acoustic echo cancellation
Fitur mendasar dari sistem konferensi video profesional adalah
Acoustic Echo Cancellation atau AEC. Echo dapat didefinisikan
sebagai sumber gelombang interferensi yang direfleksikan dengan
gelombang baru yang diciptakan oleh sumber. AEC adalah suatu
algoritma yang mampu mendeteksi ketika suara atau ucapan masuk
kembali ke audio input dari codec konferensi video, yang berasal
dari keluaran audio dari system yang sama setelah beberapa waktu.
Apabila tidak diperiksa, dapatmenyebabkan beberapa masalah seperti:
1. Mendengar kembali suara
sendiri (biasanya tertunda secara signifikan).
2. Kuat gema, membuat
saluran suara menjadi tidak berguna karena sulit untuk memahami.
3. Melolong dibuat oleh
umpan balik (feedback).
Echo cancellation adalah tugas prosesor intensif yang biasanya
bekerja atas kisaran sempit suara penundaan.
2.7 Multipoint videoconference
Konferensi video bersama antara tiga tempat jauh atau lebih
dimungkinkan melalui Multipoint Control Unit atau MCU. MCU merupakan jembatan
yang menghubungkan panggilan dari beberapa sumber dalam cara yang mirip dengan
panggilan audio konferensi. Semua pihak memanggil unit MCU, atau unit MCU juga
dapat menghubungi pihak-pihak yang akan berpartisipasi, secara berurutan.
Ada jembatan MCU untuk IP dan ISDN berbasis konferensi video.
Ada MCU yang murni perangkat lunak, dan yang lain merupakan kombinasi dari
perangkat keras dan perangkat lunak. Sebuah MCU dikarakterisasi berdasarkan
jumlah panggilan simultan yang dapat ditangani, kemampuan MCU untuk melakukan
perubahan protokol dan tarif data serta fitur-fitur lain. MCU dapat berdiri
sendiri sebagai perangkat keras atau dapat dimasukkan ke dalam unit konferensi
video terdedikasi.
Beberapa sistem mampu melakukan konferensi multipoin tanpa
MCU. Hal ini menggunakan teknik standar H.323 yang dikenal sebagai decentralized
multipoint, dimana setiap stasiun dalam panggilan multipoin bertukar video
dan audio secara langsung dengan stasiun lain tanpa pusat pengaturan.
Keuntungan dari teknik tanpa MCU adalah video dan audio secara umum memiliki
kualitas yang lebih tinggi karena tidak harus disampaikan melalui titik pusat.
Selain itu, pengguna dapat membuat panggilan multipoin ad-hoc tanpa
memerdulikan ketersediaan atau kontrol dari MCU.
2.8 Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan konferensi video antara lain:
1. Meningkatkan
produktivitas karena kemampuan VTC untuk berbagi dokumen, ide atau gambar
dengan mudah.
2. Menghemat biaya.
3. Menghemat waktu.
Kelemahan konferensi video antara lain:
1. Harga masih terbilang
mahal untuk dimiliki sehingga hanya perusahaan atau organisasi tertentu yang
mempunyai cukup dana dan sangat membutuhkan yang memiliki konferensi video.
2. Alat-alat untuk
konferensi video sulit didapat dan proses penginstalan harus ekstra hati-hati
agar tidak salah.
2.9 Standarisasi
International Telecommunication Union atau ITU (sebelumnya:
Komite Konsultasi Internasional Telegrafi dan Telepon) memiliki tiga payung
standar untuk konferensi video, yaitu:
1. ITU H.320 dikenal
sebagai standar untuk Public Switched Telephone Networks atau konferensi video
melalui ISDN basic rate interface atau primary rate
interface. H.320 juga digunakan pada jaringan khusus seperti T1 dan satelit
berbasis jaringan.
2. ITU H.323 dikenal
sebagai standar untuk mengangkut aplikasi multimedia melalui LAN. Standar yang
sama juga berlaku untuk implementasi yang lebih awal dari VoIP. Dalam beberapa
tahun terakhir, Session Initiation Protocol dari IETF telah memperoleh momentum
dalam praktek untuk kedua layanan.
3. ITU H.324 adalah standar
untuk pengiriman melalui POTS, atau jaringan telepon audio. 3G-324M adalah
implementasi 3GPP untuk panggilan video (video call) pada telepon
seluler 3G.
2.10 Masalah
Ada dua masalah yang menonjol mencegah konferensi video
menjadi bentuk komunikasi standar meskipun dimana - mana sistem mempunyai
kemampuan konferensi video.
1. Kontak mata: Telah
diketahui bahwa kontak mata memainkan peran besar dalam percakapan, merasa
perhatian dan niat serta aspek lain dari komunikasi kelompok. Sementara
percakapan telepon biasa tidak memberikan isyarat kontak mata, konferensi video
dapat dikatakan lebuh buruk dimana memberi kesan yang salah bahwa berbicara
jarak jauh adalah menghindari kontak mata.
2. Penampilan kesadaran:
Masalah kedua dengan konferensi video adalah saat sedang di depan kamera,
dengan aliran video secara mungkin dapat direkam. Beban presentasi yang dapat
diterima pada penampilan layar tidak hadir dalam komunikasi audio saja.
Penambahan video sebenarnya mengganggu komunikasi, mungkin karena kesadaran
saat di depan kamera.
Masalah kontak mata dapat diselesaikan dengan kemajuan
teknologi, sedangkan kemungkinan munculnya masalah kesadaran akan luntur ketika
orang-orang telah terbiasa dengan konferensi video.
2.11 Dampak
1. Masyarakat umum
Konektivitas internet berkecepatan tinggi telah tersedia lebih
banyak dengan biaya terjangkau serta biaya pengambilan video dan
tampilan teknologi telah menurun. Akibatnya sistem konferensi video
pribadi berdasarkan webcam, sistem komputer pribadi, kompresi
perangkat lunak dankonektivitas internet broadband telah menjadi terjangkau
bagi masyarakat
umum. Selain itu, perangkat keras yang digunakan untuk
teknologi ini terus meningkatkan kualitas tetapi harga telah menurun drastis.
Ketersediaan freeware (sering sebagai bagian dari program chatting) telah
membuat perangkat lunak berbasis konferensi video dapat diakses oleh banyak
orang.
Konferensi video menambahkan alternatif lain yang mungkin
dapat dipertimbangkan bila:
· Percakapan
langsung dibutuhkan;
· Informasi
visual merupakan komponen penting dari percakapan;
· Pihak
percakapan tidak bisa secara fisik datang ke lokasi yang sama, atau
· Biaya
atau waktu perjalanan adalah suatu pertimbangan.
2. Pendidikan
Konferensi video memberikan kesempatan kepada siswa untuk
belajar dengan berpartisipasi dalam bentuk komunikasi dua arah. Selain itu,
guru dan dosen dari seluruh dunia dapat dibawa ke kelas di daerah terpencil.
Siswa dari beragam komunitas dan latar belakang dapat datang bersama untuk
belajar tentang satu sama lain.
Siswa mampu mengeksplorasi, berkomunikasi, menganalisis, dan
berbagi informasi dan ide dengan satu sama lain. Melalui konferensi video siswa
dapat mengunjungi bagian lain dari dunia untuk berbicara dengan orang lain,
mengunjungi kebun binatang, museum dan sebagainya, untuk belajar. Sekolah kecil
dapat menggunakan teknologi konferensi video untuk menyatukan sumber daya dan
mengajar kursus (seperti bahasa asing) yang tidak dapat ditawarkan.
3. Bisnis
Konferensi video dapat memungkinkan individu di tempat-tempat
jauh untuk mengadakan rapat dalam waktu singkat. Waktu dan uang yang dulu
dikeluarkan dalam perjalanan dapat digunakan untuk pertemuan singkat. Teknologi
seperti VoIP dapat digunakan dalam hubungan dengan konferensi video
untuk mengaktifkan pertemuan bisnis tatap muka biaya rendah tanpa meninggalkan
meja, terutama untuk bisnis dengan kantor tersebar luas. Teknologi ini juga
digunakan untuk telecommuting, di mana karyawan bekerja dari rumah.
4. Obat dan kesehatan
Konferensi video adalah teknologi yang sangat berguna untuk
telemedicine dan aplikasi telenursing, seperti diagnosis, konsultasi,
pengiriman gambar medis, dan lain-lain. Dengan menggunakan konferensi video,
pasien dapat menghubungi perawat dan dokter dalam keadaan darurat atau situasi
rutin, dokter dan paramedis profesional dapat mendiskusikan kasus di jarak yang
jauh.
Daerah pedesaan dapat menggunakan teknologi konferensi video
untuk tujuan diagnostik sehingga menyelamatkan nyawa dan membuat penggunaan
uang perawatan kesehatan menjadi lebih efisien. Perangkat khusus seperti
mikroskop dilengkapi dengan kamera digital, videoendoscopes, perangkat USG,
otoscopes, dan lain-lain dapat digunakan bersama-sama dengan peralatan
konferensi video untuk mengirimkan data tentang pasien.
5. Hubungan media
Konsep press videoconference dikembangkan pada Oktober
2007 oleh African Press Organization atau APO untuk
mengizinkan wartawan Afrika internasional untuk berpartisipasi dalam
konferensi pers tentang masalah pembangunan dan pemerintahan yang
baik. Press videoconference memungkinkan untuk mengatur
sebuah konferensi pers internasional menggunakan konferensi video
melalui Internet. Wartawan dapat berpartisipasi untuk sebuah konferensi
pers internasional dari mana saja tanpa meninggalkan kantor.
Wartawan hanya perlu duduk di depan komputer yang terhubung ke internet
dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pembicara.
Merek video conference yang ada di pasaran yaitu :
· Polycom
· Tanberg
· Sony
· Aethra
dll
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Salah satu manfaat dan keuntungan perkembangan teknologi
jaringan dan informasi adalah kemudahan dalam berkomunikasi. Orang dapat
melakukan aktivitas tanpa harus berpergian dan membuang-buang waktu untuk menghabiskan
waktu yang yang dilakukan dari perjalanan dan tentunya juga menghemat biaya.
Hal tersebut dapat menunjang efiensi waktu dan biaya pada sebuah organisasi
atau perusahaan.
Pada saat ini orang dapat melakukan suatupertemuan bisnis
dengan rekannya tanpa harus meninggalkan tempat orang tersebut bekerja. Sebut
saja teknologi teleconference. Teknologi ini sangat memungkinkan
untuk melakukanhal tersebut. Komunikasi tersebut meliputi gambar dan suara
sehingga pihak pertama dan kedua ataupun ketiga seolah-olah bertatapan langsung
antara beberapa pihak yang berlangsung secara interaktif dan realtime.
3.2 Keritik Dan Saran
Untuk lebih memperdalam
pemahaman mengenai Telekonferensi, Anda dapat mencari literature yang
membahas lebih mendalam mengenai Telekonferensi. Ini hanya sekelumit
pembahasan mengenai Pancasila sebagai sumber segala hukum yang Kami yakin masih
banyak kekurangan di dalamnya. Untuk itu Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar